Senin, 15 Desember 2014

Pulau Perak Kepulauan Seribu Jakarta by doyanjalan.com

Belakangan ini nama Pulau Perak mulai mencuat, banyak para travel blogger memuat dan menceritakan mengenai keadaan pulau yang satu ini. Dan kami pun ingin berbagi pengalaman saat camping ceria ke Pulau Perak kepulauan seribu beberapa waktu lalu.

Sekilas Tentang Pulau Perak Kepulauan Seribu
Pulau Perak merupakan salah satu pulau yang indah berada di kawasan kepulauan seribu Jakarta, Pulau yang cantik ini berada berdekatan dengan Pulau Harapan, memiliki hamparan pasir putih yang menawan membuat Pulau ini menjadi destinasi wajib para wisatawan yang biasanya dikemas dalam satu paket tour ke Pulau Harapan yang banyak ditawarkan para travel agent. Di Pulau ini, belum ada homestay untuk menginap, jadi jalan satu-satunya dengan mendirikan tenda jika Dolaners ingin menghabiskan waktu berlama-lama disana. Fasilitas umum juga belum terlalu memadai, toilet umum juga dibuat hanya ditutup dengan penutup alakadarnya. Keunikan Pulau Perak Kepulauan Seribu adalah, dia memiliki hamparan pasir putih yang halus, Dolaners bisa menikmati sensasi tidur di atas baluran pasir yang juga empuk layaknya kasur.

Akses Transportasi Ke Pulau Perak Kepulauan Seribu Jakarta
Untuk mengakses Pulau Perak, Dolaners harus transit terlebih dahulu ke Pulau Harapan dengan naik kapal dari Muara Angke atau Ancol. Setelah tiba di Pulau Harapan, nyambung dengan sewa kapal untuk keliling pulau, seperti Pulau Kayu Angin, Pulau Macan Gundul, Pulau Gosong, baru diantar ke Pulau Perak. Setelah kita tiba di Pulau Perak Kepulauan Seribu, biasanya kapal akan pulang kembali ke Pulau Harapan, dan kalian akan dijemput keesokan harinya.
Berikut adalah Perincian Biaya Ke Pulau Perak Kepulauan Seribu

  1. Transportasi Muara Angke – Pulau Harapan Rp. 40.000 (pp 80.000)
  2. Sewa kapal untuk jelajah pulau, sekalian diantar ke Pulau Perak Rp. 500.000 - 800.000/Jumlah Peserta (tergantung kapasitas kapal)
  3. Sewa alat snorkeling Rp. 35.000 / set
  4. Beli galon untuk persediaan air bersih
  5. Bea masuk pulau Rp. 150.000 / Group
  6. Makan di Pulau Harapan Rp. 20.000 sekali makan (Tergantung makan sama apa)
  7. Makan selama di Pulau Perak bisa sharing semua peserta kurang lebihnya sekitar 20.000 / peserta (bisa disesuaikan kebutuhan)
  8. Biaya cadangan Rp. 50.000

Itulah perincian yang sempat tercatat oleh kami, semoga informasi di atas bisa membantu temen-temen Dolaners untuk menikmati indahnya Pulau Perak Kepulauan Seribu Jakarta.

sumber: http://www.doyanjalan.com/2014/03/pulau-perak-kepulauan-seribu-jakarta.html

Hidden Paradise in Jakarta

Sungguh tak kusangka tak kuduga, hanya kurang lebih 2 jam dari Jakarta ada pulau yang cantik banget.

Gak percaya? Gue pun tadinya skeptis dan kurang tertarik untuk menyambangi Kepulauan Seribu. Tapi kenyataan nya beneran deh..boleh lah bersaing sama Maldives. Ini gue ngomongin keindahan bawah laut nya ya. Kalo resort nya sih ga bisa dibandingin sama Maldives lah ya..Jauh amett bedanya hehe.

Dari hasil googling dan info sana sini, banyak yang saranin untuk ke pulau yang jauh sekalian, yang waktu tempuhnya minimal 1 jam. Karena pulau yang deket2 masih kotor tercemar polusi Jakarta. Dari segitu banyak nya pulau di Kepulauan Seribu terpilih lah 2 pulau sebagai kandidat. Pulau Sepa dan Pulau Pelangi.
Nelpon beberapa travel agent, biaya kesana per orang sekitar 600-800rb untuk day trip. Sedangkan anak2 dihitung 50%. Waks lumayan mahal juga ya. Apalagi pas gue bilang ke adek2 gue, ternyata mereka pun mau ikutan.

Setelah diitung2 kok mending charter boat sekalian ya. Boat kapasitas 14 orang harganya 4,2jt per hari. Bebas dipake ke pulau Sepa, Pelangi, dan sekitarnya. Pas kita cerita ke bonyok kalo mau ke pulau seribu, ehh mereka pun mau ikutan dong. Padahal tadinya udah bilang kalo weekend itu siang dan malem ada kawinan. Mereka bela2 in skip kawinan yang siang demi ke pulau seribu hihi.

Ealahh kok jadi rame? Confirm charter boat lah kalo rame begitu kan..
Nah karena boatnya berkapasitas max 14, kita pun ngajak sepupu2 biar makin seru.

Jam 6.30 pagi kita semua sudah standby di dermaga Marina. Hari itu, ruameeee banget yang mau pelesir ke Pulau Seribu >_<

Sempet ada masalah salah kapal pula. Udah dibilang kita ber 14, eh dikasih kapal yang kapasitas 8 orang. Katanya ini kapal Michael 4 tipe yang paling baru.

Padahal gue udah jelas2 bilang kita ber 14, dan sebelum bebayaran udah confirm kapasitas kapalnya untuk 14. Kata sales nya yang bisa 14 itu tipe kapal Michael 2, edisi lebih lama. Sementara gue dikasih edisi terbaru yang 4.

Ih mana gue tau yee tipe2 kapal. Pokonya dari awal gue udah bilang berapa orang yang ikut ke travel nya. Ya bukan salah gue dong. Mana foto yang di email ke gue pun beda sama kapal yang dikasih itu.

KzL!

Ternyata Okky bilang Michael 4 ini kapal yang biasa buat dia mancing ke laut. Jadi bagian belakangnya kebuka. Makin ngamuk lah Okky disana. Ga mungkin bisa menampung kita semua. Jauh banget bedanya. Ada kali 1 jam Okky ngamuk2 ngurusin kapal, para staff di dermaga juga pada belain kita, dibantuin cari kapal yang cukup untuk nampung kita.

Dapet lah si Michael 2, tapi kayaknya udah di booked ama orang lain. Berhubung si sales travel nya jiper diomel2in Okky, sementara para staff di dermaga juga belain kita, jadilah dia pasrah. Sama para staff dermaga kita disuruh buru2 naik ke kapal dong, aslik begitu semua duduk, boat nya langsung jalan. Si salesnya ditinggalin masih dengan muka bingung. Bodo deh.

Kita pun udah rugi waktu, harusnya max jam 7 udah bisa jalan, karena ada masalah ini jam 8 baru jalan. Mayan kan telat 1 jam. Jadi ini pelajaran yah buat yang mau charter kapal, sebelum bayar pastikan dulu bener2 dapat kapal yang mana, dan untuk kapasitas berapa.

Okayy setelah selesai semua masalah..
Off we went to the sea..Yeayyy

Kapalnya sendiri sih bagus. Pake AC dan ada dvd nya. Di belakang ada bagian yang kebuka tapi bagian atas nya tetep tertutup. Gue prefer duduk di luar, lebih enak kena angin dan bisa liat2 pemandangan hehe.
Perjalanan ke Pulau Perak memakan waktu kurang lebih 1,5jam. Di awal perjalanan, sedih banget deh liat laut sekitar jakata ini penuh sampah hiks. Sampe2 kapal kita beberapa kali berenti lho karena mesin nya tersangkut sampah. Kira2 lewat 30 menit baru deh keadaan lautnya mulai bersih dan sisa perjalanan lancar tanpa ada sampah2 yang nyangkut lagi.

Hari itu cuaca agak kurang bersahabat. Begitu mendeketi Pulau Perak, gerimis aja dulu. Mau nangis ga sih? Terpaksalah kita semua berteduh di warung kecil milik penjaga pulau.
Sekedar informasi, Pulau Perak ini merupakan pulau tak berpenghuni. Hanya ada 1 keluarga yang jaga dan buka warung sederhana disana. Sekeluarga itu ramah banget, langsung mempersilakan kita berteduh. Seneng deh jadinya, walopun tempat berteduh nya sederhana banget ya.
Belum ada kapal reguler yang langsung ke Pulau Perak. Sselain charter kapal, bisa juga naik kapal reguler dari Muara Angke atau Marina dengan tujuan Pulau Harapan/Pulau Kelapa/Pulau Pelangi/Pulau Sepa. Semua pulau2 tersebut berdekatan. Dari sana, bisa sewa kapal lagi untuk island hopping. Selain Pulau Perak, banyak pulau2 kosong lain nya yang bisa dijadikan spot snorkeling. 

Banyak juga yang menjadikan Pulau Perak ini tempat untuk camping. Untuk camping disini tidak dipatok bayaran. Hanya bayar uang sebesar 100-200rb untuk penjaga pulau. Biaya yang terbilang sangat murah ya. 

Begitu hujan berenti, kita langsung mulai explore Pulau Perak. Untuk mengelilingi Pulau Perak ga butuh waktu lama. Paling jalan kaki ga sampe 30 menit udah kelar keliling. Terus terang sejak pertama kali sampai disini, gue sudah terpukau. Kerennnn banget lho pantai nya. Bener2 mengingatkan gue akan Maldives. Eee ciyeee yang abis dari Maldives :p
Airnya berwarna turquoise, menandakan laut dangkal dan banyak coral. Bener saja, baru nyemplung udah banyak banget ikan2. Langsung deh semuanya pada sibuk snorkeling. Sebelnya nih, gue lagi berhalangan untuk snorkeling :__(
Hampir semua sudut di Pulau Perak indah menurut gue. Coralnya warna warni dengan ikan yang berwarna/i juga. Lucuu deh liatin ikan2 pada keluar masuk main2 di sekitar coral. Gue yang ga snorkeling aja bisa liat dari atas pake mata biasa betapa indah coral di Pulau Perak ini.

Ini yang gue foto dari atas tanpa snorkeling. Gimana yang pada snorkeling ya. Pasti lebih indah lagi pemandangan di bawah sana. 
Pas gue ngoprek camera underwater nya Okky, gue pun langsung takjub liat hasil2 fotonya. Whoaaaa bagus bangetttt!!
Ga diving aja bisa keren begini yah..aku terpukauuu!!

Anak2 sih rasanya bakal happy banget disini. Ada yang cetek banget cuma 20cm udah banyak banget ikan nya. Ombaknya pun hampir ga ada, lautnya benar2 tenang :)

Sayangnya, seperti biasa, sampah bertebaran di beberapa tempat :( Sedihh banget liatnya. Kenapa ya orang2 seneng banget ninggalin sampah. Padahal udah tau ini pulau kosong, jelas ga ada yang bertanggung jawab ngebersihin. Harusnya ada kesadaran sendiri, baik yang hanya singgah ataupun camping sama2 ngejaga kelestarian alam nya dong. Sedih deh liat beberapa tas yang isinya tali2 gitu tercecer di pinggir pantai. Belum lagi botol2 aqua dan minuman lain hiks hiks.

Pengen nya sih berlama2 di Pulau Perak ini, tapi karena kita pengen ke Pulau Sepa juga, jadi terpaksa deh harus cepet2 cabut dari Pulau Perak.

Lagipula perlu diingat, disini ga ada fasilitas apapun. Kamar mandi atau ruang bilas jelas ga ada. Makanya mungkin untuk yang mau bawa anak, ini bisa jadi bahan pertimbangan. Kecuali ortu preman macam gue, abis nyemplung ga pake bilas langsung pakein baju. Toh nanti di Pulau Sepa bakal nyemplung lagi kan hehe.

Buat yang tertarik ke Pulau Perak, baik yang mau camping ataupun sekedar singgah main2 di pantainya, kita sama2 jaga kelestarian alam nya yuk. Buang sampah pada tempatnya (ada tempat sampah deket pondok pak penjaga pulau). Atau bawa plastik sampah sendiri buat yang mau camping.

Sayang lho pulau secantik ini bisa rusak lama2 kalo ga dijaga kelestarian alam nya :)

Cerita2 Pulau Sepa akan gue posting terpisah ya ^_^

sumber: http://www.turiskece.com/2014/06/hidden-paradise-in-jakarta-pulau-perak.html

Senin, 01 Desember 2014

(CATPER) Pulau Perak, Surga di utara Jakarta!

oleh : iamhanip (From Kaskus)

Ane mau ngasih first catper ane nih haha maaf kalo ga lengkap atau kurang enak buat di bacanya ahaha.

Jadi gini gan ane dan teman teman kampus ane ber-8 memutuskan untuk pergi holiday yang ga terlalu jauh dari Jakarta tapi keren dan pecah gan haha. kebetulan ane kuliah di Trisakti gan. berkutat2 akhirnya kita mutusin untuk pergi ke Pulau perak yang terletak di utara kepulauan seribu gan, tentunya masih di daerah Jakarta.

Senin, 24-02-14

Kami berangkat dari grogol jam 05.00 dan sampe pelabuahan muara angke jam 05.30 gan. ternyata kapan cepat yang kita mau naikin adanya jam 08.30 gan. FYI untuk kepulau perak kita harus transit dahulu ke pulau Harapan.

08.30-10.30
Sampai lah di Pulau Harapan. ngaso bentar dan belom tau cara ke pulau Peraknya gmn. ternyata ada bapak2 tukang becak yg nyamperin buat pake jasa kapalnya doi. nego2 harga akhirnya kita langsung capcus ke pulau perak. perjalanan kepulau perak hanya 1 jam gan dari pulau Harapan!!!

11.00-12.00
Dan finally INI BARU PULAU GAN!!!!! ga terlalu jauh dari Jakarta tapi pemandangannya Jauh dari Jakarta!!!! hahahahaha

ini dermaganya gan

Pas nyampe kita langsung buat tenda gan. dan FYI ini bener2 pulau perawan gan jadi ga ada yg namanya cottage apa lagi hotel haha, dan kegiatan yang bisa kita lakuin dsini kalo kayak gua dan temen2 gua gan snorkling FYI alat snorkling bisa di sewa di Pulau Harapan gan. mancing, Berenang unyu sunset sunrise hunting!! skip skip langsung aje foto2nya gan haha




Pasir Alusnya kayak susu bikin betah gamau beranjak gan haha

Bisa mancing gan. Alat pancing bisa pinjem ke penjaga pulaunya atau bawa sendiri gan
Snorkling ga kalah menariknya gan dsini ikannya warna warneh dan karangnya guede guede.
ngupi ngupi sambil nunggu sunset gan
ini nih yang di tungguin sunset Pulau Perak

Ane tinggal di Pualu paradise ini 3 hari 2 malam gan. dan kalo malem Bintangnya keliatan bgt kayak di gunung gan haha. karena belom ada listrik di pulau ini tetapi ada sumber air payau jadi bisa mandi gan haha. dan sekian catper acak2an ane ini ya gan hahaha

Pengeluaran :
-Perahu cepat angke-harapan = 55rb
-Kapal P.harapan-P.perak =600rb(3hari) :8 = 75rb
-Kebersihan Pulau=1day 100rbx3day =300rb :8= 38rb (Harga Bisa cincai lah ane dapet 3day cuma 200rb)
-Alat snorkling = 75rb/ 2day (ane saranin bawa alat sendiri kayak ane jadi lebih irit haha)
-Perahu cepat P.harapan-angke = 55rb
-Parkir pelabuhan angke = 20rb

TOTAL = 318.000 !!! sunguh wortit dengan apa yg di dapet lah hahaha

Jumat, 26 April 2013

Terpukau Kilau Keindahan Pulau Perak

Kabupaten Kepulauan Seribu tak pernah habis memberi kejutan pada para pelancongnya. Selalu saja ada pulau cantik yang menjadi tujuan liburan. Salah satunya Pulau Perak yang memesona.

Menjelajahi pulau di Kepulauan Seribu memang tak akan pernah puas. Terutama bagi Anda yang suka dengan suasana tenang, sunyi, dan mempesona. Begitupun saat ingin menjelajah sekaligus mengeksplorasi pulau-pulau di Kep. Seribu.

Pulau Perak bisa menjadi pilihan utama jika ingin menikmati pulau yang masih asri dan sepi tidak berpenghuni. Khususnya bagi Anda yang suka dengan suasana tenda pinggir pantai.

Pulau Perak termasuk pulau dengan pantai yang indah, pasir putihnya membentang sepanjang pantai bagian barat sampai ke utara. Sedangkan bagian timur dan selatan ditumbuhi oleh pohon bakau dan karang-karang. Untuk aktivitas snorkeling Anda hanya cukup berenang dari pantai menuju spot untuk melihat kehidupan di bawah laut.

Di sebalah utara pulau terdapat dermaga untuk kapal-kapal nelayan yang hendak istirakat sejenak. Dari dermaga itu, kita bisa memancing ikan, baik menggunakan joran maupun hanya dengan sutas tali pancing dan kail.

Ini karena ikan-ikan kecil berenang mendekati permukaan. Di dalam pulau terdapat rumah penjaga pulau, beliau hidup seorang diri. Ia hanya kembali ke rumahnya di Pulau Harapan setiap hari Jumat. Beliau biasa disebut Pak Mamat oleh kawan-kawan.

Untuk menuju Pulau Perak kita harus transit di Pulau Harapan, yang bersebelahan dengan Pulau Kelapa. Pulau Kelapa juga masuk dalam kecamatan Pulau Seribu.

Untuk menuju Pulau Kelapa membutuhkan waktu 5 jam dari Pelabuhan Muara Angke dan kapal berangkat pukul 07:00 dengan menggunakan kapal besar. Biaya per orang dipatok sebesar Rp 35.000.

Lalu dari Pulau Harapan Anda akan menggunakan kapal nelayan untuk bisa mencapai Pulau Perak, dengan biaya Rp 350.000 untuk pulang pergi. Sedangkan jadwal penjemputan biasanya bisa disesuaikan dengan keinginan kita. Lalu setelah kembali ke Pulau Harapan kita bisa menyewa cottage yang disediakan warga sekitar untuk kebutuhan wisatawan.

sumber: http://travel.detik.com/read/2012/11/06/033921/2082516/1025/terpukau-kilau-keindahan-pulau-perak

Selasa, 23 April 2013

3 Hari Menjadi Pulau Pribadi di Pulau Perak

Oleh: Putri Dwi Noor

Tau Pulau Perak sebelumnya? Jangan coba cari di peta Indonesia standar karena emang gak bakal kelihatan. Pulau Perak masih termasuk satu kesatuan di Kepulauan Seribu, Jakarta. Kalau nyebrang dari Muara Angke bisa naik kapal yang ke Pulau Kelapa (berangkat jam 7 pagi) dan dari sana bisa langsung sewa perahu motor ke Pulau Perak. Sewa 1 perahu motor per harinya adalah sekitar Rp 350.000, saran saya cari teman yang banyak untuk traveling ke sini atau sok kenal dengan rombongan lain dan hasut untuk kesini, niscaya akan jauh lebih murah untuk patungan perahu :)

Saya dan 4 orang lainnya (Niken, Ferga, Ryan, dan Alan) yang diturunkan di pulau ini sehabis snorkeling senang sekali saat tau ternyata pulau kecil ini tidak ada siapa-siapa kecuali kami dan penjaga pulau. Yang artinya kami bisa sepuasnya leyeh-leyeh di sini seperti pulau pribadi dengan cukup membayar Rp 150.000/rombongan  untuk camping 2 malam.

Pulau ini bisa dikatakan sangat kecil, luasnya cuma sekitar 3 hektar dan kita bisa jalan dari timur ke baratnya dengan jalan kaki dalam waktu yang singkat. Pulau Perak hanya dihuni oleh 1 keluarga kecil yang menjaga pulau (nama kepala keluarganya adalah Pak Minang) dan 1 keluarga pembuat kapal yang menghabiskan waktu siangnya tidur di pulau dan malamnya di laut untuk memancing. Belakangan saya baru tau ternyata pulau itu dikelola dan dimiliki swasta. Dan pulau ini dihargai sekitar 8 milyar, kemahalan atau kemurahan?

Setelah mendirikan camp, selanjutnya kegiatan kami tidak jauh-jauh dari leyeh-leyeh di pantai, nyebur, foto-foto, kongkow di dermaga, dan susur pantai.

1. Kongkow di Dermaga
Ini adalah kegiatan favorit saya. Dari sinilah bisa terlihat sunset dan kapal nelayan yang hilir mudik. Kalau malam bisa liat bulan purnama dekat sekali.

Ikan-ikan dan terumbu karang bisa dilihat jelas dari permukaan air. Kalau bawa roti bisa kasih makan ikan dan mereka akan muncul ke permukaan bergerombol banyak sekali.
Bulu babi
Di sana saya nontonin bocah mancing ikan, mancingnya cuma pakai benang pancing tanpa kail dan ditarik manual. Umpannya adalah cumi yang dipotong kecil-kecil. Kalau umpannya sudah dimakan ikan akan keliatan dari permukaan karena airnya jernih, nah abis itu si bocah bisa langsung narik benangnya. Dan ikan hias lucu pun tertangkap..Ini diaa..
2. Susur Pantai
Susur pantai adalah kegiatan wajib kalau saya dan teman-teman ke pantai. Selain untuk mempelajari pulau ini, juga bisa sekalian foto-foto dan leyeh-leyeh di spot-spot yang berbeda.

Perahu nelayan yang masih setengah jadi yang mungkin sedang dikerjakan oleh bapak pembuat perahu yang saya bilang tadi, dia hanya ke pulau perak untuk mengerjakan perahu dalam beberapa waktu, setelah itu dia akan kembali pulang ke rumahnya di pulau Kelapa. 

Berjalan sedikit dari arah timur view yang didapat tidak banyak berubah, kecuali jadi banyak karang-karang. Di sekitar bibir pantai sanalah kami menemukan
Blue spotted Stingray, nama terkenal dari pari totol biru. Pari ini akan banyak sering sekali ditemui di pantai Indonesia. Cukup mudah menemukan pari ini di sini, 1-4 ekor kami temukan sedang berenang di bibir pantai. Jangan diganggu, ekornya ada racun yang berbahaya.

Setelah capek keliling setengah pulau, akhirnya tiba kami leyeh-leyeh tidur siang di pulau. Beralaskan ponco yang kami gelar kami pun tertidur dengan buaian suara riak ombak :)

Pulang dari susur pantai, Ferga dan Ryan ikut Pak Minang ke Pulau Kelapa untuk beli aqua botolan, pulangnya mereka bawa 2 makanan laut ini dikasih orang sana. Kata orang sana namanya Tedong, satu kelas dengan Strombus Gigas. Isinya sama kayak shell biasa, tapi lebih besar. Matanya ada 2, agak panjang seperti siput. Bisa dimakan, tinggal dilempar aja ke api. Kalau sudah matang rasanya kenyal, manis dan gurih, ada sedikit seperti rasa kepiting dan kerang.

Oh iya, jangan terlalu berharap lebih dengan MCK/WC umum di sana, survey saya ternyata 2 tahun belakangan keadaannya masih sama. WC umum ada di tengah hutan dengan keadaan seadanya dan sumber air tidak terlalu bagus. Sedangkan kalau mau buang air besar ada lagi tempatnya yang mengaharuskan jongkok di WC panggung dengan keadaan seadanya :)

See you next journey :)

Senin, 22 April 2013

Cerita PULAU PERAK oleh Cio Prihandhika

Heyho, it's me again.

Mengingat kuota internet tidak terlalu banyak, jadi gue gak bisa berlama-lama.
Maklum, koneksi hanya mengandalkan tethering dari samsung galaxy note andalan. haha.

Gue mau cerita soal PULAU PERAK.
Ada yang udah pernah denger? Atau justru udah pernah kesana?
Singkat cerita aja soal pulau perak dan keindahannya.
Cerita paling banyak mengenai keindahannya akan gue share lewat gambar.
Biarkan gambar yang berbicara.
Gue cerita tentang beberapa kejadian yang terjadi menuju dan balik dari sana.
Here we go.

Bersama dengan 12 kawan lainnya yang tergabung dalam kelompok gang matahari, hihi dan beberapa personil tambahan, pagi itu tanggal 16 Februari 2013 kita kumpul di rumah masbro Seandy, dengan men-charter angkot menuju ke Kali Adem, Muara Angke. Pelabuhan baru gitu deh, jalan menuju kesana kayak jalan menuju sorga bray. Sebelum akhirnya sampai di pelabuhan yang gak wangi tapi at least gak bau juga, perjalanan kesana naujubile. Layaknya snorkeling, selalu ingat bernapas dengan mulut ya.

Sampai disana sekitar 5, karena kita mulai start jalan jam 4. Ternyata sudah ada beberapa juga yang mau bertamasya. Setelah ditunggu-tunggu, jam 7 ada pengumuman langsung dari kepala Dishub situ yang menyatakan kalau kapal tidak bisa diberangkatkan karenca cuaca buruk. Nangis? Enggak, kita justru ngotot tetep mau ke perak. Iyalah, padahal tadinya kalau gagal mungkin kita akan berakhir di Seaworld Ancol.

Akhirnya kita memutuskan untuk gambling ke pelabuhan lama karena ternyata memang di pelabuhan lama semua kapal tetap diberangkatkan. Ini gak terlepas dari jasa tour guide kita. Namanya Bro Ilham. Dan jasa Kiki Tour and travel. haha. Kapalnya namanya 'Cinta Alam'. Gue pikir 'Penantang Maut' secara kapal kapal ini lebih tradisional dengan peralatan seadanya dan tetep jalan meski cuaca memang agak berangin dan cukup mendung.

Lama perjalanan hampir kayak bolak balik jakarta bandung. 3,5 jam. Ditambah dengan badai yang ya ampun deh, antimo yang gue tenggak kayak gak mempan bikin gue tidur sementara Iqbal akhirnya jackpot. Sampailah kita di pulau Harapan dan bertemu dengan Bro Ilham.

Sampai disana kita makan siang dulu, sebelum akhirnya menuju salah satu pulau untuk snorkeling. Kita sangat puas dengan Pak Ilham, orangnya asik, dan yang paling penting, sekarang dia udah resmi jadi Ketua RT disana. Cheers, Bro!

Gue kebetulan memutuskan untuk gak join snorkeling, karena lagi dapet. Bodoh banget emang, setelah itu malah baru tau kalau ada cara cara untuk menunda haid. Jadi pasrah aja dapet hari pertama saat tamasya.
Snorkeling disini jangan banyak berharap. Ini bukan Bunaken, bray. Terumbu karangnya gak seindah yang kita harapkan, tapi untuk snorkeling, not bad lah. Buat seru-seruan lah. Sama buat cerita bagi yang belum pernah snorkeling. Kebetulan gue juga pernah snorkeling dan diving di Nusa Dua Bali. Dan gue trauma. haha. Trauma di grepe grepe sama Bli Bali nya. Haha.

Setelah itu kita melipir ke Pulau Papateo. Tempatnya nice, tapi di pesisirnya banyak tumbuh semacam lumut gitu kali ya. Pulau kosong juga, tapi gue liat ada bangunan gitu.

Waktu itu kita jalan ke dua pulau termasuk yang buat snorkeling itu, karena udah sekitar jam 3an, kita memutuskan untuk meluncur ke pulau yang kita tunggu-tunggu. PERAK ISLAND tercinta. Muter muter dari pulau ke pulau naik kapal nelayan tradisional itu asik banget. Gue nikmatin banget pemandangannya. Such a cool.

Finally, sampai juga di Perak. Tempatnya keren, pasirnya putih, dan ini pulau tidak berpenghuni, ada sih satu keluarga yang tinggal disitu, tapi kenapa kita pilih pulau ini karena kita mau ngerasain atmosfer 'private island' nya. Setelah sampai kita cari spot untuk bangun tenda. Temanya memang camping. Dan ini pertama kalinya gue camping, jadi gue semangat banget. Tapi agak terganggu karena hari pertama haid, jadi gue putuskan untuk nenggak Feminax.

Hari pertama kita disibukkan dengan bikin mie, bikin kopi, bikin espresso KW, dan lain-lain. Laper banget ternyata sumpah. Cewe-cewenya cuma gue sama Yeni, kita berdua aja akhirnya ngegadoin mie saking gak sabar nunggu para chef masak mie. Yang gak akan pernah gue lupakan disana adalah KAMAR MANDI UMUM nya yang ada di tengah hutan. Gosh, gue anaknya agak reciet emang soal gituan. Tempatnya apa adanya banget. Jangan berharap banyak yaaaaa bagi cewe cewe. Gue mandi sama Yeni, dan kita kemeng (pegel) cuy. Karena selama mandi kita harus bungkuk atau jongkok. Tingginya hanya satu meter dan hanya ditutup kain gtu sekitar 60 cm. Dan sebelum mandi, kita harus nimba air dulu dari sumber air tawar yang katanya gak pernah kering ini. WAW.

Hari mulai malam dan lebih mengerikan dari apa yang gue bayangkan. Tapi seru banget karena kita semua masak-masak. Bakar ikan dan bikin cumi asam manis yang tak lain dan tak bukan karena kita lupa bawa garam. ZONK. Semakin malam semakin kenceng anginnya, dan air laut mulai pasang. Tenda yang kita bangun ada 4, salah satunya kita buat tenda dapur. Karena kalau masak mie atau spagetti, gak bisa diluar. Anginnya kenceng banget. Oia, gue dan Yeni sempet kebayang bayang gitu sama omongannya Bro Ilham. Katanya sepanjang malam, api unggun itu gak boleh mati. Jadi tetep ada cahaya dan ada asap. Ini untuk menunjukkan kalau disitu ada kita, karena gak ada pencahayaannya sama sekali, jadi bakal gelap banget. Terus kalau mau ke kamar mandi di malam hari, minimal harus ditemenin sama dua orang, dan salah satunya harus ngerokok dan jangan lupa bawa senter. Dan ini yang ternyata bikin gue sama Yeni susah tidur karena sekitar jam 12, api unggun kita mati. Sementara gak ada yang jagain, karena kita semua tepar.

Yang bikin gue sumpek adalah, di dalem tenda itu panas banget. Dan tambah panas karena gue tidur pake sleeping bag. Sampe mandi keringet malam itu. Akhirnya pagi pun datang dan jam 12 kita udah harus balik. Jadi rundownnya adalah mengelilingi pulau, masak buat sarapan, mandi, dan packing buat balik. Gue cuma bisa bilang, sesibuk apapun elu, sempetin explore pulau!

Jalan setapaknya udah ada koq, dan pemandangan kanan kiri dipenuhi dengan pohon-pohonan gitu. Dan ada beberapa spot yang oke banget. Seperti yang diatas, ada batang pohon yang tumbuh kesamping gitu.
Kita juga nemuin tanaman bakau ini, cakep deh, tapi kita gak berani deket. Gue sih yang gak berani. Karena gue parno takut ada uler. Iya gak sih uler suka deket-deket tanaman bakau? *jedukin pala ke karang*
Dan pohon ambruk ini jadi next spot kita untuk foto-foto. Semua foto diambil sama pacar gue yang emang hobi moto dan phobia di poto. Aneh.
Pohon ini juga jadi spot asik kita buat poto, dan congratulation Yeni, cuma poto elu doang yang paling oke. Haha.
Sebelum balik, kita sempet mengabadikan momen di pulau perak. Thanks for being our home for a nite.

Sebelum bener bener balik ke pulau harapan, kita diajak Bro Ilham ke Pulau Gosong. Lucu nih pulau. Sesuai dengan namanya, emang bikin gosong. karena pulau ini kecil banget dan gak ada tumbuhannya.
Dan pulau terakhir yang kita datengin adalah pulau Kayu Putih. Kalau gak salah sih kayu putih. Dan spot nya asiiiiiiiiik banget buat poto.
Segitu aja sharingnya kali ini, next trip pengennya ke Karimun Jawa. Terus Raja Ampat. Terus Maldives. Yakali Maldives dijadiin ajang buat backpacker-an. Ya kesana bawa gemblokan, bayarnya tetep aja mesti gesek dulu.
Sekian dan salam dari Gang Matahari. Salam bulu babi.

(Cio Prihandhika)